Analisislah percakapan berikut ini dengan menggunakan kajian pragmatik yang telah dipelajari !
1. Siti : “sip... akhirnya hari mulai gelap.”
Rohmah : “kamu mau keman sit?”
Siti : “mau ikut?”
Rohmah : “boleh?”
Siti : “yakin mau ikut?”
Rohmah : “Astaghfirullah, kamu jangan macam-macam lho sit, ini sudah tengah malam.”
Dari potongan percakapan diatas apa yang disimpulkan oleh Rohmah dari percakapannya dengan Siti :
Dari percakapan antara Siti dan Rohmah, dapat disimpulkan bahwa Siti menggunakan “Enkoding” yaitu melakukan proses pengkodean bahasa yang akan dituturkan. Yaitu pada kalimat Siti “yakin mau ikut?”. Pada kalimat tersebut Siti ingin menyakinkan apakah Rohman benar-benar mau ikut Siti pada malam itu, namun Rohman mempunyai fikiran yang berbeda dengan fikiran Siti. Rohman berfikir bahwa Siti akan melakukan sesuatu yang tidak baik.
2. Budi : “kemana pun aku pergi, kamu harus tetap ikut.”
Puji : “aku tidak mau kalau ketempat itu lagi. Takut.”
Budi : “sudahlah. Dimana ada aku, semua pasti baik-baik saja.”
Kata ketempat itu sebagaimana yang diucapkan oleh Puji termasuk ke dalam deiksis apa tidak? Apa kata tersebut memiliki referensi? Jelaskan!
Pada tuturan “aku tidak mau kalau ketempat itu lagi. Takut.”Kata “ketempat itu”, termasuk dalam deiksis tempat karena menunjukkan sebuah tempat. Kemudian kata “ketempat itu” juga termasuk referensi yaitu sesuatu yang sudah memiliki acuan (jelas). Karena dalam percakapan tersebut baik Budi maupun Puji sama-sama mengerti tempat yang dimaksud. Buktinya bahwa Budi membalas ucapan Puji dengan seolah-olah apabila jika ada Budi semua kan baik-baik saja.
3. Bagus : “kamu itu sudah tua, kok ya tetep saja tidak mau mengalah.”
Dirman : “mengalah itu untuk orang lemah dan aku tidak mau dikatakan lemah.”
Bagus : “tapi setidaknya kamu diam saja dan tidak perlu menimpali ucapannya terus-menerus.”
Tirto : “Dirman, kamu bertengkar ya? Sama siapa? Dimana? Kenapa?
Dari potongan percakapan diatas, kenapa Tirto tidak memahami ucapan yang sedang teman-temannya ucapkan? Jelaskan hubungan jarak antara ketiganya!
Dalam percakapan diatas, terlihat bahwa Tirto tidak mengerti tentang apa yang telah diucapkan oleh para teman-temannya. Karena disini Tirto mengira bahwa Dirman dan Bagus sedang bertengkar. Sehingga Tirto tidak memahami apa yang teman-temannya ucapkan. Dilihat dari hubungan jarak ketiga orang tersebut memiliki hubungan yang sangat dekat. Hal itu terlihat dari percakapan kata-kata mereka bertiga yang menggunakan sapaan “aku dan kamu”, dan juga bahasa yang mereka gunakan lebih terlihat santai.
4. Wasik : “sudah lama aku menanti kesempatan seperti ini.”
Dino : “jangan aji mumpung. Semua dinikmati secukupnya saja.”
Wasik : “iya. Sini, pinjam golokmu.”
Dari percakapan diatas tentukan macam-macam deiksis yang ada!
Wasik : “ sudah lama aku menanti kesempatan seperti ini.”
• Pada percakapan diatas, termasuk pada deiksis temporal. Terbukti pada kalimat : “menanti kesempatan seperti ini.”
• Menggunakan deiksis waktu proksimal. Karena didalam kalimat tersebut, terlihat bahwa penulis menggunakan waktu yang benar dilakukan saat ini : “ sudah lama aku menanti”.
Dino : “ jangan aji mumpung. Semua dinikmati secukupnya saja.”
• Menggunakan deiksis waktu. Terlihat pada kalimat : “ jangan aji mumpung.” Penanda jarak dekat, artinya jarak psikologis antara penutur, kemudian petutur menginginkan adanya respon.
Wasik : “ iya, sini. Pinjam golokmu.”
• Menggunakan deiksis proksimal. Karena dekat dengan penutur. Kemudian hubungan antar keduanya tidak ada jarak, waktu yang digunakan sekarang dan tempat yang digunakan dekat. Terlihat pada kalimat : “ iya, sini. Pinjam golokmu.”
5. Wasis : “kamu tidak lapar Tia?”
Tia : “ndak tau.”
Wasis : “enaknya aku makan nasi atau buah aja ya?”
Tia : “makan batu aja.”
Wasis : “kita makan nasi aja ya?”
Tia : “makan ati aja.”
Percakapan diatas, apa yang dapat kamu simpulkan? Bagaimana hubungan jarak keduanya!
Dalam percakapan diatas terlihat bahwa Tia sedang marah atau emosi. Terlihat pada nada Tia yang terkesan cuek, singkat dan masa bodo saat berbicara dengan Wasis. Meskipun dalam percakapan diatas Wasis telah bertanya dengan baik, tetapi Wasis tetap mau menanggapi dan merespon jawaban dari Tia yang cuek. Dilihat dari jarak hubungannya antara keduanya, mereka mempunyai hubungan yang dekat. Karena terlihat dari percakapan mereka berdua yang lebih santai. Kalaupun mereka tidak mempunyai hubungan yang dekat tidak mungkin Tia menjawab pertanyaan dari Wasis dengan nada yang cuek begitu. Apabila mereka tidak memiliki hubungan kedekatan mungkin Tia akan menjawab pertanyaan dari Wasis dengan bahasa yang sopan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar