Jumat, 20 Maret 2015

tugas 16 Maret 2015


Buatlah sebuah analisis dari fenomena komunikasi yang terjadi di masyarakata berdasarkan kajian pragmatik yang sudah kita pelajari dengan menentukan:
a.       Makna ucapan dan ekspresi yang tersirat
b.      Tuturan berdasarkan jarak hubungan antar pesona penutur dan petutur
c.       Faktor penyebab kegagalan dalam proses decoding si petutur dalam dua percakapan, 3 dan 4
d.      Konteks apa saja yang melingkupi percakapan di bawah ini

1.       Terjadi sebuah percakapan antara Andi dan Rahmat sepulang dari menonton konser di kota.
Andi       : “hmmmm..., kalau dipikir-pikir, kita sudah keterlaluan tadi.”
Rahmat                : “ndk papa... kan ndk ada cctvnya.”
(mereka berpandangan dan tertawa lepas)
Andi       : “Tapi, lain kali gantian yang gendong.”
Rahmat                : “ya, beres. Nunggu kamu kecil dulu” (melihat tubuh Andi dan tertawa)

a)      Makna ucapan yang tersirat yaitu merasa bersalah. Terlihat pada ucapan Andi “hmmm..., kalau dipikir-pikir, kita sudah keterlaluan tadi.” Sedangkan ekspresi menunjukkan tidak ada penyesalan, karena kejadian itu di anggap biasa saja. Tersirat pada ucapan Andi “tapi, lain kai gantian yang gendong.” Serta adanya sindiran yang di ucapkan Rahmat pada Andi.
b)      Tuturan antar penutur dan petutur menujukkan hubungan yang akrab satu sama lain.
d)     - setting: *waktu: sepulang dari menonton konser
                      * suasana: senang
                      * tempat: Kota
- partisipan: Andi dan Rahmat
- ends: mengingat kejadian yang telah berlalu
- genre: ragam bahasa santai

2.       Di sebuah warung kecil, di pagi hari, para petani sedang bersiap untuk menyemai benih padi.
Petani A               : “Rasanya kok beda hari ini. Tidak ada semangat.”
                                  (sambil melihat orang berlalu-lalang di jalan)
Petani B               : “Sudah. Dijalani saja. Sudah takdir kita.”
Petani C               : “yang bangga pak, kita ini kan orang yang paling berjasa untuk semua    manusia. Coba kalau kita tidak ada. Mau makan apa mereka?”
Petani B               : “ya, setidaknya kita bisa ngopi dan makan gorengan dulu dengan santai setiap hendak bekerja.”
(mereka tertawa sambil melihat hiruk pikuk kendaraan berlalu lalang di jalan).

a)      Makna ucapan yang tersirat yaitu tidak bersemangat dalam beraktivitas, serta pasrah akan takdir. Terlihat pada ucapan antara petani A dan B pada awal percakapan. Sedangkan ekspresi menunjukkan rasa syukur dengan apa yang di dapat dengan memotivasi petani lain. Tersirat pada ucapan petani C, “yang bangga pak, kita ini kan orang yang paling berjasa untuk semua manusia. Coba kalau kita tidak ada. Mau makan apa mereka?”
b)      Tuturan antar penutur dan petutur menujukkan hubungan yang akrab satu sama lain.
d)    - setting: *waktu: pagi hari
                     * suasana: ramai 
                     * tempat: warung kecil
- partisipan: petani A, petani B, petani C
- ends: meratapi nasib seorang petani
- ect suquense: kita harus bangga terhadap profesi yang telah kita jalani.
- genre: ragam bahasa santai

3.       Percakapan yang tidak disengaja antara mahasiswi dan penjual sayur di sebuah metromini.
Mahasiswi           : “Aduh, masya Allah, kok tertinggal.” (berbicara sendiri sambil menepuk jidat)
Penjual sayur       : “Ada apa mbak?”
Mahasiswi           : “RPP saya ketinggalan di angkot sebelumnya bu.”
Penjual sayur       : “Sabar mbak. Nanti beli yang baru lagi. Dianggap belum rejeki saja mbak.”
Mahasiswi           : “ya, bu.” (manggut-manggut sambil tersenyum geli)

a)      Makna ucapan yang tersirat menunjukkan kepanikan atau kebingungan seorang mahasiswi yang telah turun dari angkot. Terlihat dari ucapan mahasiswi, “aduh, masya Allah, kok tertinggal.” (berbicara sendiri sambil menepuk jidat). Sedangkan ekspresi menunjukkan rasa ingin tahu dan usaha untuk menenangkan dari seorang penjual sayur. Terlihat dari percakapan:
Penjual sayur     : “Ada apa mbak?”
Mahasiswi         : “RPP saya ketinggalan di angkot sebelumnya bu.”
Penjual sayur     : “Sabar mbak. Nanti beli yang baru lagi. Dianggap belum rejeki saja mbak.”
b)      Tuturan antar penutur dan petutur menujukkan hubungan yang casual satu sama lain.
c)       Faktor peyebab kegagalan dalam proses decoding si petutur dalam percakapan diatas adalah karena faktor pendidikan (akademik)
d)      - setting: *waktu: siang hari setelah turun dari angkot
                    * suasana: bingung
                    * tempat: metromini
- partisipan: mahasiswi dan penjual sayur
- ends: rasa ingin tentang suatu hal yang dialami mahasiswi
- genre: ragam bahasa casual


4.       Di dalam perjalanan, Anton (orang kaya) berjumpa dengan Rudi, teman sekolah sewaktu masih tinggal di desa.
Anton   : “Rud, sibuk apa sekarang?”
Rudi       : “lagi banyak konser di sawah” (tersenyum), “kamu?”
Anton   : “lagi bisnis tablet aja.”
Rudi       : “kamu dokter ya Ton?”
Anton   : “bukan, bisnis hp maksudnya.” (tersenyum)
a)      Makna ucapan yang tersirat pada percakapan di atas menunjukkan rasa ingin tahu akan kesibukan antar tokoh. Sedangkan ekspresi menunjukkan suatu penegasan akan suatu hal. Terlihat pada percakapan:
Anton   : “lagi bisnis tablet aja.”
Rudi       : “kamu dokter ya Ton?”
Anton   : “bukan, bisnis hp maksudnya.” (tersenyum)
b)      Tuturan antar penutur dan petutur menujukkan hubungan yang akrab satu sama lain.
c)       Faktor peyebab kegagalan dalam proses decoding si petutur dalam percakapan diatas adalah karena faktor pekerjaan (profesi)
d)      - setting: *waktu: siang hari
                    * suasana: santai
                    * tempat: dalam suatu perjalanan
- partisipan: Anton dan Rudi
- ends: mengetahui profesi yang dijalani
- genre: ragam bahasa santai


Tidak ada komentar:

Posting Komentar